Kenapa Anak Kecil Rentan Tertabrak Di Jalanan

Pernah melihat anak kecil menyeberang jalan secara tiba-tiba sampai nyaris tertabrak kendaraan bermotor? Jangan bayangkan di jalan raya antarpropinsi lho ya. Bayangkan saja kejadian ini di dalam perumahan ketika jam sibuk. Kenapa sih kok bisa begitu? Kurang pengalaman? Kurang perhitungan?

Ternyata tidak demikian. Beberapa hari lalu saya menonton acara Bang Goes the Theory season 7 episode 4 di TV BBC Knowledge (sekarang BBC Earth). Di Bang Goes the Theory, sains dibahas dengan bahasa yang lebih merakyat dan disertai aplikasinya dalam keseharian manusia. Khusus di episode yang saya tonton tadi, dibahas soal keselamatan di jalan raya.

Pertanyaan kenapa anak kecil rentan tertabrak saat menyeberang jalan mengemuka. Kenapa sih? Demi menjawabnya diujilah sebuah teori yang mengatakan bahwa anak kecil dan lansia sulit membedakan kendaraan yang melaju kencang dengan yang tidak terlalu kencang.

Anak-anak di sebuah SD diuji dengan alat semacam layar game. Di layar itu ditampilkan dua mobil yang melaju dari arah depan dengan kelajuan berbeda. Siswa SD diminta untuk menebak mobil mana yang akan mendekat ke arahnya terlebih dulu. Pada dua tes awal dengan perbedaan kelajuan yang jauh berbeda, anak-anak bisa dengan mudah mengidentifikasi secara tepat mobil mana yang mendekat terlebih dahulu. Tapi pada ujian ketiga, banyak yang keliru. Apa itu?

Tes ketiga menggunakan kelajuan kendaraan 32 km/jam dan 64 km/jam. Dua kali lipat, bukan? Secara logika, mobil dengan kelajuan 64 km/jam akan tiba lebih dulu. Tapi banyak yang keliru mengidentifikasi. Menurut pandangan anak-anak itu, mobil dengan kelajuan 64 km/jam sama lajunya dengan yang berkelajuan 32 km/jam.

Wow...bayangkan jika anak-anak kita yang berada di situasi tersebut dan mereka harus memutuskan kapan akan menyeberang jalan. Perbedaan sepersekian detik saja sudah berpengaruh hasilnya.

#

Jadi, kesimpulannya analisis anak terhadap laju kendaraan di jalanan belum matang. Itulah sebabnya anak-anak rawan tertabrak saat di jalan raya.

Apa yang harus kita lakukan?

Mengubah mereka? Tidak bisa. Paling-paling membekali mereka dengan ilmu cara menyeberang jalan yang aman atau menyeberangkan mereka. Yang bisa kita lakukan adalah mengubah perilaku di jalanan. Prioritaskan penyeberang jalan, terutama jika mereka adalah anak-anak dan lansia. Barangkali itu satu-satunya cara meminimakan resiko anak-anak tertabrak di jalanan.

Comments

  1. untung saja saya udah membekali anak-anak dengan cerita serta ilustrasi sederhana bagaimana bahayanya di jalan raya jika kurang hati-hati dan kedisplinan. Lewat cerita dan pengalaman orang sekitar anak-anak lebih paham dan mau mematuhi nasehat-nasehat baik orang tua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaah kl gitu Mbak. Siap siaga ya.

      Delete
  2. jadi ingat beberapa hari yang lalu hampir saja mobil yang saya tumpangi menabrak anak kecil, lah tiba-tiba si anak nongol gitu saja menyebrang sambil lari secepatnya dengan membawa semacam bungkusan plastik yang dipeluk (kejadian di jalan raya saat kami ke luar kota), pak sopir yang fokus menyetir saja sampai kaget untung masih bisa mengendalikan mobil, mungkin seperti kata mbak mereka belum matang dalam menganilisis, cara berpikirnya asalkan nyebrang dengan lari kencang pasti selamat gitu kali ya.. semua penumpang jadi deg-degan, hiks! jadi pelajaran bagi diri saya, jangan pernah membiarkan anak kecil menyebrang jalan sendirian, apalagi jalan raya.. >,<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Contoh riilnya spt itu Mbak. Bahaya bgt ya.

      Delete
  3. Waduh, baru tahu ttg ini Mak Diah. Iya ya, gimana kalau anak saya juga seperti anak yang melihat kecepatan yg lebih rendah sebagai yang lebih dulu menghampiri mereka?

    TFS ya Mak ... harus ekstra memberi peringatan kepada anak2 nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya begitulah keadaan daya nalar anak Mak. Harus hati2 banget2

      Delete
  4. Memang betul mak.. Banyak yang harus diperhatikan saat anak2 ada di area jalanan. Saya juga suka sereem kalau Bo et Obi mendadak lari saat di jalanan. Semoga kita selalu waspada..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin dlm pikiran mreka kl lari cepat sampai y Mbak.

      Delete
  5. Oooh begitu ya? Anakku juga pernah ketabrak waktu nyebrang jalan mau ngaji dan nggak bilang2. Aku taunya sdh lama stlh kejadian itu. Aku omelin dong, bukan apa2, kan harus di cek kalau habis ketabrak mana yg sakit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..iya Mbak. Kl ketahuan setelah dewasa takutnya jd susah dibetulinnya ya.

      Delete
  6. baru tau mbak... thank you infonya, tulisannya bagus :)

    ReplyDelete
  7. Sebagai calon ibu tulisan ini sangat membuka wawasan saya kelak menjadi seorang ibu, so mesti hati-hati dan membekali mereka dengan ilmu cara menyeberang jalan yang aman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah selamat ya Mbak. Semoga kelak jadi ibu yang baik.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts