Pasangan Suami-Istri Tipe Hati-Hati

Suatu malam suami saya menunjukkan beberapa foto sanggul unik binti cantik di facebook. "Apik, Bu." panggilnya. Memang unik-unik. Walau hanya sanggulnya saja yang diperlihatkan, saya cukup yakin wajah si empunya sanggul juga cantik.

Usai menanggapi suami, saya jadi mikirin rambut saya. Weh, kapan ya terakhir saya mempercantik rambut? Lima tahun yang lalu, kali. *meringis*

Saya pun jadi merasa bersalah kepada suami. Mestilah suami saya menunjukkan foto-foto sanggul tadi ada maksudnya. Entah sengaja entah tidak, yang jelas dia tertarik dengan gaya rambut tadi, yang sayangnya dia temukan di perempuan lain, bukan di kepala istrinya. Nah!

Malu, iya. Kecewa sama diri sendiri, iya. Masak sih tampil maksimal di depan suami aja nggak bisa?

Tapi pernah juga saya tampil mempesona di hadapan suami. Duh, kasian banget nih suami, cuma sesekali aja istrinya mempesona. :-D Sekali waktu pernah saya merasa suami saya dari pagi sampai siang ngeliatin sayaaa mlulu. Nggak terang-terangan, tapi kerasa aja. *naluri istri bekerja* Ada apa sih?

Ternyata siangnya pas ada kesempatan berdua saja sebentar jauh dari 'gangguan' anak-anak, baru suami bilang kalau baju saya hari itu pas banget buat saya.

Ahaha...mau bilang cantik aja susah, ya. Tapi saya tau kok kalau maksudnya ya itu. Hehe...senangnya nggak karuan. Saya pun jadi berpolah agak norak gara-gara dipuji itu.

Saya dan suami saya memang bukan tipe orang yang bisa ngomong langsung apa adanya soal perasaan. Kami tipe berhati-hati, kayaknya. Jarang saya bilang langsung ke suami kalau dia terlihat menawan. Paling cuma muji dandanannya. Udah. Atau titip pujian lewat anak.

"Ayah tuh lebih tampan kalo nggak pake kacamata." Dan itu juga yang disampaikan anak-anak kepada ayah mereka. Reaksi suami saya? Biasa aja. Cuma komentar "Ooo..." Udah. Padahal saya udah deg-degan nunggu pertanyaan suami saya ke anak-anak, "Kata siapa Ayah lebih tampan tanpa kacamata?" Bayangan saya anak-anak bakal bilang, "Ibu." Terus suami saya memandang saya yang tersipu malu. Aih, romantiznya...

Ehm, kalau teman-teman tipe pasangan apa dengan suami/istri? Momen romantis manis apa yang paling terkenang-kenang sama pasangan? Boleh cerita di sini, asal bukan kisah ranjang lho, ya. Yuk, yuk!

Comments

  1. Tak membayangkan mb diah tersipu malu gara-gara mas dodot dulu...ahhh....suamiku bukan tipe romantis, bukan kayak difilm2 gtu.... Tapi lama2 terbiasa juga... Wis, pokoke irit ngomong mb yen suamiku ki..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahaha...yang di film mah palsu ya lis. Yang riil ya kayak suami-suami kita itu. Lelaki memang beda dengan perempuan.

      Delete
  2. Kalo suamiku nggak pernah ngomong romantis, tapi dari sikapnya terlihat kalo dia romantis....hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Action speaks louder than words ya mbak. Gitu itu tuh para suami.

      Delete
  3. Moment romantis adalah setiap kali dia masak, dan nyuapin aku makan :D

    ReplyDelete
  4. Setiap segala ucap dan lakunya adalah sebuah keromantisan bagi saya. Asseek :D
    seperti salah satu hal sederhana saat suami pulang kerja dan menemui saya menyambutnya dengan dandanan yang rapi dan wangi. Begitu saja, suami sudah seneeng sekali. Hihi, maklum pengantin baru :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh yang pengantin baru. Barokallohu fiikum.

      Delete
  5. Hihihi, kalau saya sama suami kayaknya untuk urusan fisik suka blak-blak-an mba, kalau dia ganteng saya bilang, kalau agak aneh juga saya bilang hihihi.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi...langsung to the point ya mbak.

      Delete
  6. Hmm suami saya tipe gimana ya? Karena di kantor galak, dirumah nggak pernah marah suka melawak. Beda bgt :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti tipe mudah menyesuaikan diri mbak hehe

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts