Pilih Sendiri Sekolahmu

Sebentar lagi masuk sekolah. Tahun ajaran baru dimulai. Anak sulung saya masuk SD tahun ini. Pilihannya ke SDIT. Saya senang saja anak saya milih SDIT. Selain karena dekaaat banget sama rumah, juga karena guru-gurunya yang saya lihat bersungguh-sungguh dalam beragama. Semoga gurunya istiqomah dan anak saya senang bersekolah di sana.

Yang saya herankan, anak sekarang memang milih sendiri sekolah yang diinginkan, ya? Ditawari SD ini dan itu, nggak mau. Keukeuh minta ke SDIT. Dulu, waktu masuk TK juga begitu. Dipilihkan nggak mau. Didaftarkan di TKIT dekat rumah, nggak mau sekolah. Diajak ke TK lain, nggak mau. Maunya setelah diajak ke TKnya ayahnya dulu yang luas tempatnya dan bisa dipakai untuk lari-larian. Hehe...ya bener anak saya dong. Anak kecil kan suka bergerak bebas.

Gambar mungil anak-anak lucu ini dipinjam dari http://m.batamtoday.com/detail2.php?id=48715 Ada gambar lain sih, tapi saya terlanjur kepincut sama yang ini.

Rupanya bukan cuma anak saya yang milih sekolah sendiri. Bahkan anak tetangga juga begitu. Masuk SMA di kecamatan, nggak mau. Mintanya ke MAN di Kota Madiun. Alasannya karena ingin bersekolah di kota. Bosen sama lingkungannya, kali, ya? Masak lu lagi, lu lagi. :-D Anak tetangganya mertua juga begitu. Milih sendiri sekolah di MI, padahal ada SD dekat rumah. Hmmm...

Tapi hal seperti ini nggak seterusnya berlaku. Terutama di jenjang SLTP ke atas. Kalau kepentok hasil tes atau nilai ujian akhir, ya bye-bye sama sekolah pilihan. Atau terkendala oleh kuota. Seperti keponakan saya yang nggak bisa masuk SMP di DKI Jakarta karena KK-nya di Kota Tangerang, meski SD-nya di DKI. Ya gimana, jatahnya cuma untuk sepuluh orang. Daripada berebut dan belum tentu diterima, akhirnya daftar ke MTs di Tangerang. Duh, alhamdulillaah zaman saya dulu belum ada kuota-kuotaan.

Bukan rezekinya, ya. Yang penting setelah dapat sekolah, belajar yang rajin, berteman sama yang baik-baik biar sukses. Semoga tahun ajaran baru ini penuh berkah, anak-anak bersekolah dan belajar dengan senang dan ikhlas, menikmati masa sekolah yang cerah ceria, jauh dari pengaruh buruk manapun. Aaamiiin.

Comments

  1. Hai...hai...anak kita sudah SD.. Selamat bertemu kmbali dengan mata pelajaran ipa, ips, b.indo dan konco-konconya.....

    ReplyDelete
  2. Betul, apa yg kita pikir baik belum tentu menyenangkan buat anak2

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts