Air vs Minyak Panas

Seminggu terakhir bapaknya teman anak sulung saya kena kecelakaan. Terkena ledakan wajan yang berisi minyak panas. Lengan, tangan dan sebagian wajahnya melepuh. Akibatnya beliau pun harus menginap di rumah sakit selama seminggu.

Menurut si ibu, awalnya karena ikan yang dimasak si bapak gosong. Gosongnya sudah kebablasan sampai api membakar minyak di wajan. Panik, wajan pun dibawa ke tempat cuci piring dan segera diguyur air. Bukannya padam, apinya malah meloncat.

Duh, kebayang bagaimana ngerinya. Tapi, kenapa ya api di wajan disiram air bukannya mati tapi malah meledak?

Jadi begini. Air dan minyak itu tak bisa bercampur. Mereka sudah sepakat untuk tidak saling melampaui batas. Air itu berat jenisnya lebih besar daripada minyak, sehingga jika dipertemukan, air selalu berada di bawah minyak.

Nah, jika minyak terbakar dituangi air, air tetap akan meluncur ke bawah minyak. Air selalu menepati janji. Dengan berada di bawah minyak, air bersentuhan langsung dengan permukaan wajan yang panas. Akibatnya air yang notabene zat cair langsung berubah menjadi gas (uap air). Gas ini mendorong ke atas. Ya maklumlah, namanya uap air pasti inginnya naik, kan? Uap yang ingin naik ini terhalang oleh minyak panas yang setia berada di atasnya. Mau tak mau si uap air yang sudah kebelet naik ini memaksa si minyak untuk memberi jalan. Eh tapi saking kebeletnya, si air jadi kurang bertata krama. Didorongnya si minyak tanpa permisi. Akibatnya, juessss...melompatlah si air ditemani si minyak panas.

Masalahnya, proses ini memakan waktu yang tidak lama. Bahkan sangat cepat. Bahaya, kan? Memang apinya bisa mati, tapi kita belum sempat menyingkir sudah kena cipratan. Jadi, jangan pernah menyiramkan air ke dalam minyak panas. Kalau mau bukti, tidak usah nyoba sendiri, tonton saja di video, salah satunya yang ini.


Terus, solusinya apa dong kalau wajan terbakar begitu? Segera matikan kompor, lalu putuskan kontak antara api dengan oksigen. Sebab api adalah hasil reaksi kimia yang terjadi jika bahan bakar bertemu oksigen dan pemantik api. Caranya adalah dengan menutup wajan dengan tutup panci yang terbuat dari logam, atau ditutup kain tebal yang lembab (dibasahi lalu diperas), atau disiram pasir. Jadi ingat SPBU, ya. Pantesan ada kotak pasir di sana.

Ya, begitulah ceritanya. Walau sering dikatakan orang bahwa musuhnya api itu air, tak selamanya api bisa dipadamkan dengan air. Lihat situasinya juga. Semoga bermanfaat.

Comments

  1. Waduh serem ya...saya kalo gas bunyi aja suka takuuut...makasih sharenya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Urusan tabung gas saya mesti minta tolong sama yang jual untuk dipasangin. Terima beres deh. Hehe...

      Delete
  2. memang bahaya ya mbak kalau minyak panas tercampur sama air, pasti meledak2
    tapi namanya juga panik...semoga si bapak cepet pulih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mak. Panik pasti muncul kalau begini. Semoga si bapak lekas sembuh. Aamiiin.

      Delete
  3. Oo...gitu ya mbak penjelasan ilmiahnya. pantesan klo goreng sesuatu, wajannya msh basah.....trus kita tuang minyak sementara kompor dah nyala...pasti deh muncrat kmn2 minyaknya.

    ReplyDelete
  4. Semoga si bapak lekas pulih, kasihan yaaa :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaamiiin. Semoga ga terulang lagi.

      Delete
  5. Masya Allah, gws buat bapaknya teman si kk mak. makasih mak,penting untuk diperhatikan nih

    ReplyDelete
  6. duh kasian ya, emang sih kalo udah panik emang suka ngelakuin apa aja yang lewat dipikiran yah. semoga cepet sembuh yaaa..

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts