Hal Yang Membuat Orang Enggan Kembali Ke Rumah Makan

Rumah makan kini sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Di saat-saat istimewa, sebagian orang merayakannya di rumah makan. Begitu juga di hari libur atau akhir pekan, rumah makan dipenuhi pelanggannya. Jika cocok, orang tak segan datang kembali ke rumah makan. Tapi, ada juga yang membuat orang enggan kembali ke rumah makan yang sama. Apa sebabnya? Selain tak cocok soal rasa, beberapa hal berikut membuat orang enggan mengunjungi rumah makan kembali.

Terlalu Mahal
Rasanya mungkin pas di lidah, tapi harganya terlalu jauh di atas rata-rata. Belum lagi kalau harga itu belum termasuk PPN.

Tak Mencantumkan Harga
Daftar menu ada, tapi harganya tak dicantumkan. Duh, bikin deg-degan saja. Pengalaman saya makan di rumah makan begini terasa tak nyaman. Masak iya harus tanya harga setiap jenis menu yang ditawarkan? Tambahan pula ternyata harganya mahal. Kapok deh.

Kotor
Beberapa hari lalu saya beserta suami dan anak-anak makan di sebuah rumah makan yang menawarkan porsi jumbo. Untuk urusan rasa, lumayan. Tapi tempatnya cukup kotor. Sedang tengah-tengah makan, anak sulung saya berlari ke dapur lalu berteriak, "Ada tikuuus... Ada tikuuus...!" What??! Sontak selera makan lenyap!
Rumah makan yang kotor apalagi jorok mengundang pertanyaan: higieniskah makanan yang disajikan? Belum lagi kalau tak tersedia tempat cuci tangan. Sungguh, rumah makan yang kurang peduli kebersihan akan ditinggalkan pengunjungnya.

Toilet Tak Menyenangkan
Toilet kotor, jorok, sempit, sulit dicapai karena jauh atau berada di lantai lain misalnya, bisa membuat pengunjung enggan kembali lagi. Suami saya tak mau kembali ke rumah makan yang WCnya menghadap kiblat. Sepertinya sepele, ya, tapi toilet yang tak menyenangkan bisa menjadi bumerang, apalagi jika tak ada!

Tempat Parkir Tak Nyaman
Tempat parkir sempit, tak memadai atau bahkan tempat parkirnya numpang di badan jalan? Waduh, pikir-pikir lagi untuk kembali ke sana.

Pelayanan Tak Memuaskan
Makanan tak segera datang, tak sesuai pesanan atau kasirnya judes? Poin negatif! Ada juga rumah makan yang ramahnya berlebihan malah jadi tak nyaman. Pernah kami ke sebuah rumah makan. Kami duduk, pesan dilayani seorang petugas. Makanan datang diantar petugas tadi, setelah itu diikuti petugas lain yang bertugas memeriksa apakah semua pesanan sudah sampai di meja atau belum. Kenapa harus petugas yang berbda? Rasanya aneh, seperti diawas-awasi. Mungkin bagi orang lain wajar saja, tapi kami baru sekali ini mengalaminya dan rasanya tidak nyaman.

Itulah beberapa hal yang membuat orang enggan mengunjungi rumah makan kembali. Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk menguliti kekurangan rumah-rumah makan. Harapan saya, tulisan ini bisa digunakan sebagai masukan bagi pelaku usaha terkait.

Comments

  1. g ada harga,pas ke kasir shock hahahaha...g lagi deh kesini,rasa biasa harga aduhai hehehe *pengalaman banget*

    ReplyDelete
  2. Biasanya aku kalok kotor uda deh, langsung cus. :D

    ReplyDelete
  3. Klo ditempat wisata....kayaknya susah mbak nemu rumah makan ideal....kalo aku biasane nyari yang standard di semua hal (harga,rasa,suasana)......yaitu rm.padang...klo yang cabangnya banyak...biasane tidak mengecewakan:-)

    ReplyDelete
  4. rasanya nggak pas di lidah. termasuk nggak?

    ReplyDelete
  5. mbak HM: shock berat ya mbak

    mbak Beby: hiyaaa... betul mbak

    bunda Raka-Alya: padang. nyam-nyam ya.

    mas Rifki: oh jelas itu mas.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts