Yang Perlu Dihindari Saat BBM Langka

Gonjang-ganjing kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menggelora. Politik pun menjadi makin memanas berbanding lurus dengan kepanikan masyarakat yang mengantri di SPBU. Sebegitu tergantungnyakah kita terhadap BBM?


bbm-bensin-langka
Gambar dari protespublik.com/efektivitas-penghematan


Tentu kenaikan harga BBM akan berdampak pada banyak sektor. Biaya transportasi meningkat, harga barang juga naik. Wajar jika masyarakat gelisah. Tapi segelisah-gelisahnya, haruslah ada perasaan menerima keadaan agar tak jadi bumerang bagi diri sendiri, terutama bagi yang memiliki masalah kesehatan. Tambah dipikir, tambah bikin stres, jadi penyakit. Gawat, kan?


Selain stres, ada lagi hal yang perlu dihindari saat BBM langka. Apa saja itu?

Memanasi Mesin Kendaraan Berlebihan
Biasanya di pagi hari saat akan digunakan, kendaraan dipanasi dulu mesinnya. Kelirunya, ada yang berlebihan saat memanasi mesin. Ada yang sampai sepuluh menit memanasinya. Wah, itu tak perlu. Coba cek di buku petunjuk pengoperasian kendaraan bermotor. Kita bisa lihat di sana bahwa cukup beberapa menit saja memanasi mesin kendaraan.

Berkendara Jarak Dekat
Hanya ngantar anak ke sekolah yang jaraknya 100 m saja naik kendaraan bermotor? Aduh, jangan. Cukup bersepeda atau berjalan kaki saja. Bersikaplah bijak dalam mengonsumsi BBM.

Membiarkan Mesin Menyala Saat Melakukan Pekerjaan Lain
Beli garam di warung tapi mesin kendaraan tidak dimatikan, memompa ban dengan mesin tetap menyala, dengan asumsi "cuma sebentar". Ada juga yang usai berkunjung ke kerabat, lalu berpamitan sambil menyalakan mesin. Bukannya segera berlalu, malah ngobrol dulu. Ibu-ibu kadang begitu, lho. Haduh...ya dimatikan saja dulu lah mesinnya. Lanjut ngobrol lagi...

Jalan-jalan Yang Tidak Perlu
JJS boleh dong, apalagi si kecil maunya tiap sore disuapi di dekat stasiun di bawah jembatan layang. Halah... Ya, tentu saja boleh. Tapi jangan berlebihan. Tentukan saja berapa menit JJS keliling kampungnya. Sepuluh menit cukup rasanya untuk menghibur hati si kecil, misalnya. Selebihnya berhenti di tempat yang menarik lalu nikmati suasana sambil ngobrol atau menyuapi. Lumayan irit BBM kan?

Menyalakan Mesin di Antrian Palang Pintu Perlintasan KA
Ini berlaku bagi yang mesin kendaraannya tidak bermasalah, ya. Kadang kita antri bermenit-menit di depan palang pintu perlintasan kereta api hanya untuk membiarkan sebuah lokomotif lewat. #pengalamanpribadi. Alangkah baiknya kalau sambil bertanya-tanya dari mana arah datangnya kereta, mesin dimatikan. Selain lebih irit juga tidak bikin sesak nafas.

Itulah beberapa hal yang perlu dihindari saat BBM langka. Ya, sebagai makhluk sosial tak ada celanya jika kita saling berbagi. Yang bisa mengirit silakan mengirit tanpa menyusahkan diri. Yang tak bisa mengirit, bijaklah dalam menghabiskan BBM.

Tulisan ini terinspirasi pak penjual bakso yang berjualan dengan sepeda motor. Kalau BBM langka, bagaimana beliau bisa tenang mencari nafkah?

Comments

  1. di siak g antri mak hehe,jarang spbu jd pom dirijen gitu :)

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah di Tangerang belum terlihat antrian di SPBU mak. Saya setuju dengan trik menghemat BBM di tulisan ini ;)

    ReplyDelete
  3. mbak HM: woh...jd malah aman ya mbak. hehe

    mbak Indah: alhamdulillaah...semoga masyarakat jg makin dewasa jd tdk mudah panik ya mak.

    ReplyDelete
  4. Hahahaha, tiap sore anak maunya disuapi di deket rel kereta api di bawah jembatan itu gue banget, Makkk...

    ReplyDelete
  5. mak Isnuansa: banyak temannya ya maaak...hahaha...

    ReplyDelete
  6. BBM akhir akhir ini memang langka ya mak.. oya mak damar sedikit saran nih hehe kalau balas komentar langsung klik "balas" dulu (jangan buat komentar baru lagi) agar yang komentar tahu kalau sudah dibalas hehe..

    ReplyDelete
  7. mak Susan: hehe...makasih sarannya mak. maaf ya mak. masalahnya ada di browsernya. UC browser ga bisa klik 'balas'. sdgkn Opera ga berkutik di hp saya. yg bisa Dolphin browser, tp luamaaa buanget n sering gagal. hehe...

    ReplyDelete
  8. Menghindari kelangkasn BBM mungkin perly beralih ke bahan bakar gas.. Di kotaku mobil2 dinas menggunakan BBG.. Ada juga mobil pribradi dan angkot pakai BBG ttp belum byk jlhnya.. Terbukti hemat sih cuma 3100 rupiah per liter.. Bandingkan dgn harga solar dan bensin ..lumayan byk selisihnya dan bisa irit...

    ReplyDelete
  9. BBM yang langka, mungkin juga karena terlalu banyaknya orang yang membeli kendaraan bermotor. Bisa jadi perlu regulasi agar kendaraan bermotor yang beredar tidak sebanyak sekarang. Juga, transportasi publik harus dikembangkan untuk menopang kebutuhan mobilisasi..
    But, tulisannya bagus mak:)

    ReplyDelete
  10. mak Rita: wow...asyik dong mak. tinggal di kota mana sih mak? harganya separuh dr harga bensin ya.

    mak Erlina: PR bangsa ini banyak mak. jika masyarakat punya kesadaran utk berhemat, kmd pemimpin kita visioner dan tegas, lalu program berkelanjutan (tdk tiap ganti pemimpin ganti kebijakan) , sy optmis insya Alloh Indonesia bisa maju.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts