Mengantar Janda-Janda

Ini kisah lucu sewaktu saya masih gadis, masih ngajar di TPA dekat rumah. Ceritanya salah seorang kakak dari santri TPA ada yang gemar mendalang. Ibu saya pernah mendengarnya berlatih mendalang waktu melintas di depan rumahnya. Kakak si santri ini laki-laki dan bersekolah di SMK. Di rumahnya pun ada alat gamelan, entah lengkap atau tidak, yang jelas tidak umum ada rumah punya gamelan plus anak yang tertarik belajar mendalang.

Sore itu iseng-iseng saya bertanya kepada si santri yang kakaknya gemar mendalang itu. Saya penasaran, kok bisa suka mendalang, siapa yang mengajari? Pikir saya, pasti orang tuanya punya andil dalam hal ini.

"Bapakmu kerja di mana, sih?", tanya saya kepada santri itu. Sebut saja namanya Ita. "Nganter rondo-rondo", jawab Ita. Hah?! Yang bener nih? Rondo apa rondho?

Dalam Bahasa Jawa 'rondho' (ditulisnya 'randha' tapi dibaca 'rondho' dengan 'd' kuat) artinya 'janda'. Masak iya kerjaan bapaknya Ita mengantar janda-janda? Waduh...

Lalu saya tanya lagi. "Nganter ke mana?" "Ke Borobudur, Malioboro...". Oooh...jadi yang dimaksud Ita tadi 'londo' alias bule, bukan janda. Jadi bapaknya Ita itu adalah seorang guide untuk para turis mancanegara.

Ita sih, huruf 'l' dibaca 'r'. Kan jadi su'uzhon!

Gambar dipinjam dari sini

Comments

  1. huahahaa.. londo toh ya bukan rondho wkwk,
    jadi kelupaan ya mau nanyain kenapa kakanya Ita suka ngedalang :D

    Salam kenal ya Bu, tadinya saya pikir yang punya blog laki2 tapi pas liat ada logo KEB agak heran juga, tapi pas baca mengenai saya, jadi tau deh kalau yang punya blog ini seorang Ibu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya mba Ani. Saya juga sempat terkecoh dengan konten blog ini. Setelah saya melirik ke navigasi sebelah kanan baru "ngeh" dah. Wah ini blogger dari KEB (KUmpulan Emak Blogger). Hiehiehiehe. Wah jadi Su udzon juga sayah Wahahahhahaa

      Delete
  2. oh iya. saking semamgatnya jd lupa. kakaknya Ita jd suka mendalang krn didorong bapaknya yg dekat dg dunia pariwisata. mgkin bapaknya ingin anaknya bs mendalang utk rondo-rondo juga.

    hehe...iya. emak2 nih. fotonya kurang feminin ya mbak.

    ReplyDelete
  3. Pak Asep: haduh...foto profilnya terlalu jantan ya pak. hehehe

    ReplyDelete
  4. salah pengucapan ternyata salah memaknai ya.....untunglah ada penjelasan ternyata bukan janda,,,melainkan turis....wkwkwkwk
    keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
  5. iya bang. bocah kadang2 mmg bisa bikin lelucon. mgkin krn pengucapan mereka belum sempurna atau terobsesi pd huruf 'r' ya. hahaha...

    ReplyDelete
  6. hahaha, biar nggak ngerti jawa tapi kalau urusan rondo saya ngerti, eh tetep aja salah sangka disini ya. Padaha; bocah biasanya kesulitan ngomong 'r'

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts