Tambah Tua Dia Tambah Ganteng

Sumber pm1989

"Iya Jeng. Tambah tua dia tambah ganteng, ya."

Sebuah komentar dari seorang teman di facebook tentang cowok-cowok idolanya dulu waktu zaman masih single. Komentar yang bersambut komentar lain sungguh mengasyikkan.

"Yang tengah itu mantanku", komentar yang lain.
"Mereka itu semua mas-masku", sanggah yang lain tidak mau kalah.

Tentu saja yang berkomentar begitu adalah kaum hawa. Mostly married. Ada juga sih satu orang 'adam' yang turut meramaikan obrolan jari-jemari itu, tapi komentarnya sengak. "Bukannya mereka itu dulu bakul jamu?", komentar si adam.

Ada juga yang berkomentar mengingatkan. "Hus...hus...dosa". Tapi hanya dipeletin sama yang punya status. Maksudnya di :p in kayak gitu itu. Haduh...diingatkan kok malah begitu.

Ehem. Ibu-ibu, kalau ngobrol jangan yang nyerempet bahaya dong. Ibu-ibu kan sudah bersuami, rasanya tidak pantas memuji-muji ketampanan lelaki lain. Bukan cuma tidak pantas, ya, sadis malah. Ya, bagaimana tidak sadis, yang tiap hari tiap malam menemani kok dibanding-bandingkan? Coba kalau ibu-ibu dibegitukan juga oleh para suami? Sakit atau sakit? Kalau tidak sakit berarti ibu-ibu sakit beneran, deh.

Ayo Bu, tutup mulut, tutup mata, borgol jari-jari, jauhkan diri dari teman-teman yang berbahaya biar tidak tergoda setan. Seandainya hati tak dapat menolak, setidaknya jangan biarkan setan menguasainya.

Comments

  1. kalau saya memuji boleh donk ya. saya kan blm nikah hahaha ..

    ReplyDelete
  2. kl yg belum nikah mah gpp mak...selama janur kuning belum melengkung gitu...hehehe...tp kl udah 'tanda tangan kontrak' ya ga boleh dong.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts