Prinsip yang Tak Lazim

Bersih-bersih adalah kegiatan sehari-hari setiap orang yang dilakukan sepanjang waktu hingga pupus usia. Setiap orang, sedikit ataupun banyak pasti pernah melakukan kegiatan ini. Seorang yang hanya mengurus diri sendiri pun tetap melakukannya, setidaknya membersihkan diri sendiri seperti mandi. Bahkan membersihkan lokasi tempat yang akan diduduki di kursi taman kota pun termasuk kegiatan bersih-bersih.

Karena semua orang melakukannya, maka muncullah industri pembersih. Ada produsen sabun cuci, sabun mandi, sabun muka, sabun tangan, shampo dengan beragam jenisnya bahkan hingga shampo mobil. Intinya, untuk kegiatan bersih-bersih sudah tersedia bahan-bahan yang praktis nan aplikatif. Asal ada uang, bisa beli. Kalau ada uang lebih, bisa beli yang lebih. Lebih wangi, lebih lembut, lebih bersih, lebih mahal...#eh.

Meski demikian, bahan-bahan praktis itu diklaim merusak lingkungan karena bahan-bahan yang dikandungnya, seperti deterjen dan wadah plastik yang digunakan sebagai pembungkus. Waduh, bahaya juga kalau air tanah kita tercemar deterjen dan tanah kita dijejali plastik. Lalu, apa dong solusinya?

Kembali ke Alam
Maksudnya adalah kita kembali menggunakan bahan-bahan alami yang selaras dengan lingkungan. Sebagai pengganti sabun cuci, misalnya, kita bisa menggunakan baking soda. Untuk membersihkan kamar mandi kita gunakan garam dapur atau asam sitrat yang banyak dijual di toko dan warung. Selain lebih ramah lingkungan, bahan-bahan itu pun harganya lebih murah. Tapi tidak semua orang, meski menyadarinya, mau menggunakan bahan-bahan alami. Alasannya karena kurang praktis. Namun, ada juga sosok yang setia menggunakan bahan alami tersebut dan mengampanyekannya. Siapa dia?

Perempuan 'Nekat'
Salah satunya adalah perempuan yang 'nekat' ini. Segala keraguan dan keengganan menggunakan bahan alami ditepisnya. Beliau adalah Hanna Natalisa, blogger yang mengelola blog Limbah Rumah Bersih. Di blognya, kita bisa temukan aneka informasi tentang manfaat bahan alami dan cara menggunakannya. Tak jarang ia memakai diri sendiri sebagai probandus, seperti dalam tulisan tentang perawatan rambut dan bahan pencuci pakaian.
Mbak Hanna pun tak hanya 'menemukan' manfaat bahan alami namun juga menyadari bahwa penyakit atau keluhan yang sering dialami bisa datang dari bahan tak alami yang sering digunakan sehari-hari.


Kampanye
Tak hanya ingin diri sendiri yang merasa nyaman dan sehat, Hanna Natalisa juga mengajak orang lain untuk turut merasakannya. Ia pernah berbagi ilmu di sebuah televisi lokal mengenai penggunaan bahan alami ini. Ia pun pernah mengajak blogger untuk urun cerita pengalaman menggunakan bahan alami melalui sebuah giveaway. Dan ia pun juga merangkum pengetahuan yang dimilikinya ke dalam sebuah buku Rumah Bersih Alami.


Ingin Lebih Mengindonesia
Jika kita baca tulisan Hanna Natalisa dalam blog limbahrumahbersih.org -nya, kita akan menemukan bahwa sebagian besar tulisannya diambil dari sumber Barat. Ditunjang oleh kemampuannya berbahasa Inggris, mudah baginya untuk mentransfer pengetahuan dari Barat. Namun Mbak Hanna pun berkeyakinan bahwa khazanah bahan alami Indonesia pun tak kalah dari dunia Barat. Untuk itu, ia sedang menggali pengetahuan dari tradisi lokal.

Melawan Arus
Lalu, apa persamaan Hanna Natalisa dengan Ibu Kartini? Keduanya memperjuangkan prinsip yang tak lazim di masanya. Prinsip mereka sebenarnya bukan barang baru, namun tergerus oleh zaman akibat campur tangan kepentingan lain yang berseberangan dengan prinsip mereka. Semangat Mbak Hanna untuk melawan arus ini kiranya sebuah perjuangan panjang. Mengubah pola pikir banyak orang tanpa bantuan industri mungkin bagai menggadaikan kesabaran. Semangat Mbak Hanna patutlah kita kagumi. Tak hanya itu, langkahnya pun patut kita ikuti, meski selangkah demi selangkah untuk kehidupan yang lebih nyaman.
Sumber gambar: limbahrumahbersih.org

Comments

  1. Wow..inspiratif sekali..jd mkn pnasaran..intip ah.mksh ya mbk sharingnya ;)

    ReplyDelete
  2. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Giveaway Ada Kartini di Dadamu di BlogCamp.
    Segera didaftar
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  3. mbak HM: monggo mbak. inspiratif sekali beliaunya.

    ReplyDelete
  4. waah hebat ya, memanfaatkan bahan2 alami utk kebutuhan hidup sehari2. salut..

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts