Khusus untuk Laki-laki

Setelah pulang kerja sore tadi, suami saya mengobrol dengan dua buah hati kami yang semuanya laki-laki.
"Tadi Ayah lihat video di Youtube, anak umur dua tahun pinter berenang. Bisa nyelam kayak lumba-lumba. Hebat, ya!", kata suami saya.
"Dua tahun, Yah?", tanya si sulung yang hampir berusia lima tahun.
"Iya. Dua tahun itu seperti Dik Sakti (tetangga kami). Masih kecil tapi sudah berani berenang.", lanjut suami saya.

Anak sulung kami yang berbadan bongsor terlihat tertarik dengan penuturan ayahnya.
"Besok Mas olahraganya renang saja.", suami saya menyarankan.
Saya langsung menyanggah.
"Jangan berenang! Sepedaan aja!"
"Kenapa?", tanya suami saya.
"Kalau berenang nanti awor(*) sama wong wedok wuda(**)!", kata saya tegas.

#

Begitulah yang terlintas dalam benak saya. Anak saya laki-laki. Laki-laki secara alamiah mudah terangsang seksualnya secara visual. Dan yang saya tahu, setidaknya di lingkungan kami tinggal, belum ada kolam renang yang memiliki jadwal khusus untuk laki-laki. Kalau jadwal khusus untuk perempuan sudah mulai ada, ya, tetapi untuk laki-laki? Adakah?

Rasanya belum adil kalau laki-laki belum dapat jatah jadwal khusus. Bukan saya berprasangka buruk kepada pengunjung kolam renang baik laki-laki maupun perempuan, namun adakah godaan yang lebih sulit diatasi daripada melihat aurat?

Alangkah menyenangkannya jika di setiap kolam renang dibiasakan ada jadwal khusus untuk laki-laki dan khusus perempuan. Bila masih merasa keberatan, cukup masing-masing sepekan sekali, yang berarti dua hari dalam sepekan. Sisa empat hari yang lain untuk umum dan satu hari untuk pembersihan. Masih berat juga? Tak perlu sehari penuh. Cukup beberapa jam dalam sehari. Misal  pukul 7.00-9.00 untuk perempuan dan pukul 9.00-11.00 khusus untuk laki-laki.

Bagaimana menurut Anda?

(*) awor: bercampur-baur
(***) www: perempuan telanjang

Gambar diambil dari sini.

Comments

  1. iya benar mbak, saya setuju dengan "anak laki-laki lebih cepat terangsang secara visual"
    Namun laki2 memang belum dapat giliran khusus, kecuali toilet.
    ^_^

    ReplyDelete
  2. kecuali toilet...aduuh...harus ketawa bacanya mbak...

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts