Jangan Kebanyakan Nonton

Gunung Kelud meletus! Gunung berapi yang terletak di perbatasan Kabupaten Kediri, Malang dan Blitar, Jawa Timur itu meletus pada 13 Februari 2014. Hujan abu turun di berbagai tempat, dari NTB hingga Jawa Barat. Madiun pun kejatuhan 'rejeki' pasir halus nan lembut kurang lebih setebal 1 cm. Sekolah-sekolah diliburkan, rumah-rumah dibebaskan dari tumpukan abu. Orang dewasa bekerja bersama-sama, anak-anak mendapat 'hiburan baru'.

Terkena bencana memang susah. Sedih dan repot pasti terasa. Yang tak terdampak bencana pun turut merasakan keprihatinan saat menyaksikannya di televisi, membaca beritanya di koran dan media online serta berbagi di media sosial.

Namun, ada satu hal yang saya ingat mengenai tertimpa bencana. Seorang teman yang pernah menjadi korban gempa DIY-Jateng 2006 pernah berkata, "Aja kakehan nonton. Mengko ndhak ditonton genti". Jangan kebanyakan nonton (bencana di TV, koran, dll). Bisa-bisa nanti kita ganti dijadikan tontonan.

Sebelum kejadian itu, mata masyarakat memang sedang tertuju kepada Gunung Merapi yang mengeluarkan wedhus gembel alias awan panasnya. Televisi memberitakannya dengan gencar. Walhasil banyak yang menonton bencana, termasuk teman saya tadi. Yang mulanya menonton, kemudian ditonton.

Tampaknya perkataan kawan saya itu mencerminkan keinginan korban bencana. Ditonton boleh, tapi jangan berlebihan, sebab tak elok menonton bencana. Jika pun menonton, tontonlah dengan penuh rasa empati lalu doakan para korban.

Comments

Popular Posts