Berita di TV Kurang Berwawasan

Malam ini saat menonton berita perayaan imlek di salah satu TV swasta, saya sempat terheran-heran, lagi. Heran karena lagi-lagi TV swasta ini salah menyebut lokasi kejadian. Di dalam berita itu disebutkan perayaan imlek yang meriah di kota Bojonegoro. Anehnya di layar tertulis Bojonegoro, Jawa Tengah. Sejak kapan ya Bojonegoro masuk wilayah Propinsi Jawa Tengah? Zaman keraton Demak, iya.

Kalau saja kesalahan itu dilakukan perorangan mungkin masih bisa diterima. Masalahnya, ini dilakukan oleh sebuah televisi yang bersiaran nasional. Apakah tidak ada pengecekan kembali dari pihak televisi tersebut sebelum ditayangkan?

Selain kesalahan penyebutan lokasi itu saya juga pernah menemukan beberapa kesalahan yang diucapkan reporter lapangan. Pernah dalam suatu berita kecelakaan, sang reporter melaporkan "Jenazah akan dimakamkan di pemakaman Sasana Laya (dibaca: Sasono Loyo)". Lho, apakah sang reporter tidak tahu bahwa 'sasana laya' itu artinya pemakaman alias kuburan? Apakah sang reporter tidak membekali diri dengan istilah yang berlaku di daerah tersebut?

Saya kira tak sepantasnya sebuah stasiun televisi yang mengaku sebagai TV Nasional melakukan kesalahan seperti itu, terlebih lagi dilakukan berulang-ulang. Jangan sampai orang mengenal berita di TV kurang berwawasan. Kalau begini, bukankah pihak stasiun TV itu sendiri yang rugi?

Gambar diambil dari sini

Comments

Popular Posts