Eksperimen Cabut Gigi

Ketika berusia 6 atau 7 tahun gigi susu saya mulai tanggal. Saya masih ingat gigi seri atas saya bergoyang-goyang saat disikat. Gigi yang sudah bergoyang-goyang itu harus segera dicabut untuk memberi ruang bagi gigi dewasa yang akan segera tumbuh di bawahnya.

Urusan mencabut gigi ini bukan perkara mudah sebab bisa menimbulkan rasa sakit dan berdarah jika gigi belum cukup goyah. Namun bagi anak-anak, urusan itu bisa menjadi eksperimen yang menyenangkan sekaligus menegangkan.

Eksperimen yang paling berkesan bagi saya adalah dengan mengikat gigi goyah tadi dengan benang jahit. Ujung benang yang satu lagi diulur secukupnya lalu diikat ke gagang pintu yang terbuka. Saya pun berdiri agak jauh di belakang pintu yang terbuka, lalu bersiap menghitung. Satu, dua, tiga dan brak!! Pintu dibanting hingga tertutup. Saat brak!! itulah biasanya si gigi tercabut dari gusi. Cukup mengerikan, ya. Tapi entah mengapa saat melakukannya dulu tidak ada rasa takut sama sekali.

Sebenarnya itu adalah ide seorang teman saya yang pemberani. Rasa sakit saat gigi tercabut terbayar dengan perasaan bangga bisa melakukan eksperimen gila dengan teman saya itu. Jika mengingat itu sekarang rasanya hanpir tak percaya saya pernah seberani dan senekat itu.

Apakah ada juga yang punya cerita menarik seputar mencabut gigi goyah?

Gambar diambil dari infopenting.com

Comments

  1. Kalau masalah gigi susu, anak-anak nggak pernah ke dokter gigi untuk mencabutnya. Mereka lebih suka menunggu saya untuk mencabutnya. Saya mencabutnya dengan tangan biasa, tapi kalau gigi anak itu tinggal sisa saja karena keropos saya cabut pakai pencabut uban...ha...ha...ha....

    ReplyDelete
  2. waaaah...unik juga tuh pencabut uban. berasa jd dokter gigi ya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts